Membangun rumah atau mengembangkan rumah yang sudah ada seringkali menjadi solusi bagi keluarga yang membutuhkan lebih banyak ruang tanpa harus membeli rumah baru. Salah satu pengembangan yang cukup menarik adalah mengubah rumah type 36 menjadi type 120. Walaupun pengembangan ini memerlukan pertimbangan yang matang, dengan desain yang cermat, pengembangan ini bisa memberikan tambahan ruang yang sangat dibutuhkan tanpa memerlukan biaya yang sangat besar.
Saya pribadi pernah melalui pengalaman merenovasi rumah kecil yang awalnya memiliki luas 36 meter persegi menjadi lebih besar dan fungsional. Pengembangan rumah type 36 menjadi 120 membutuhkan strategi yang tepat dalam hal tata ruang, anggaran, dan pemilihan material. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dipertimbangkan dalam proses pengembangan rumah type 36 menjadi type 120.
Sebelum memulai pengembangan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan kebutuhan ruang di rumah. Dengan rumah type 36, ruang yang tersedia tentu cukup terbatas, terutama jika sudah ada beberapa kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Dalam pengembangan rumah menjadi type 120, kita harus mempertimbangkan beberapa tambahan ruang.
Saat saya memulai pengembangan rumah type 36, hal pertama yang saya lakukan adalah menentukan ruang apa saja yang dibutuhkan. Apakah keluarga membutuhkan lebih banyak kamar tidur, ruang keluarga yang lebih besar, atau mungkin area kerja yang nyaman? Dalam kasus saya, saya memutuskan untuk menambahkan ruang keluarga yang lebih luas dan kamar tidur tambahan untuk anak-anak.
Setelah menentukan kebutuhan ruang, langkah berikutnya adalah merancang desain eksternal dan struktur rumah. Pengembangan rumah type 36 menjadi type 120 akan melibatkan penambahan lantai atau perluasan area yang ada. Jika rumah hanya memiliki satu lantai, salah satu opsi adalah menambah lantai kedua untuk memaksimalkan luas bangunan.
Saya memilih untuk membangun lantai dua yang memberi saya lebih banyak fleksibilitas dalam hal pembagian ruang. Lantai pertama tetap digunakan untuk ruang keluarga, ruang makan, dan dapur, sementara lantai kedua dirancang untuk kamar tidur dan ruang kerja. Proses ini memerlukan perencanaan struktural yang matang dan konsultasi dengan kontraktor untuk memastikan fondasi dan struktur bangunan mampu mendukung beban tambahan.
Selain itu, elemen eksterior seperti tampilan fasad dan atap juga perlu dipertimbangkan. Mengingat rumah yang awalnya berukuran kecil, saya berusaha mempertahankan desain yang simpel namun tetap modern, sehingga tidak ada kontras yang mencolok antara bagian rumah lama dan yang baru.
Pengembangan rumah dari type 36 ke type 120 tentu membutuhkan anggaran yang cukup besar. Tidak hanya untuk menambah ruang, tetapi juga untuk perbaikan struktur dan pembelian material. Dalam pengembangan ini, salah satu hal yang saya pelajari adalah pentingnya perencanaan anggaran yang matang.
Sebagai contoh, biaya untuk membangun lantai kedua bisa sangat bervariasi tergantung pada material yang digunakan. Jika memilih material premium, tentu biaya akan lebih tinggi. Namun, jika lebih cermat dalam memilih material yang efisien dan berkualitas, pengembangan ini bisa tetap dilakukan dengan anggaran yang lebih terjangkau. Salah satu tips yang saya temukan efektif adalah membeli bahan bangunan dalam jumlah besar atau memilih material yang dapat bertahan lama namun tetap terjangkau, seperti beton dan baja ringan.
Setelah pengembangan struktur bangunan, hal berikutnya yang perlu dipikirkan adalah desain interior. Mengingat luas bangunan yang lebih besar, saya merasa penting untuk menjaga agar ruangan tidak terkesan penuh atau sesak. Salah satu tips yang saya terapkan adalah menggunakan konsep open-plan untuk ruang keluarga, ruang makan, dan dapur di lantai pertama.
Selain itu, saya memilih furnitur yang multifungsi dan ringan, sehingga ruangan tetap terasa lapang meskipun ada lebih banyak barang. Misalnya, saya menggunakan rak dinding dan tempat tidur dengan penyimpanan di bawahnya untuk memaksimalkan ruang tidur. Jangan lupa untuk memanfaatkan pencahayaan alami sebanyak mungkin, karena cahaya yang cukup bisa membuat ruangan lebih terasa luas dan nyaman.
Salah satu hal yang saya pelajari saat mengembangkan rumah adalah pentingnya menjaga sirkulasi udara yang baik. Dengan menambah lantai kedua atau memperluas ruang, udara dan cahaya alami sangat penting untuk menjaga kenyamanan di dalam rumah. Pastikan setiap ruang mendapatkan ventilasi yang baik, terutama ruang tidur, ruang tamu, dan dapur.
Saya menambahkan beberapa jendela besar dan ventilasi silang untuk memastikan udara tetap bergerak bebas. Selain itu, saya juga memastikan bahwa posisi ruang tidur tidak terlalu dekat dengan area dapur untuk meminimalkan gangguan suara dan bau.
Setelah menambahkan ruang dan mendesain interior, saya mulai berpikir tentang estetika rumah. Meskipun rumah ini sudah lebih besar, saya ingin rumah tetap terasa nyaman dan hangat. Menggunakan warna-warna cerah dan netral di seluruh ruangan sangat membantu menciptakan kesan luas dan modern.
Selain itu, saya juga menambahkan beberapa elemen dekorasi yang bisa menyatu dengan desain minimalis, seperti tanaman indoor, karpet berbahan alami, dan lampu gantung yang elegan. Menggunakan furnitur yang sederhana namun fungsional juga memberikan kesan yang lebih teratur dan bersih.
Mengembangkan rumah type 36 menjadi 120 meter persegi adalah pilihan yang sangat menarik dan realistis untuk keluarga yang menginginkan lebih banyak ruang tanpa harus membeli rumah baru. Proses pengembangan ini memang memerlukan perencanaan yang matang, terutama dalam hal struktur, anggaran, dan desain interior. Namun, dengan pendekatan yang tepat, rumah kecil bisa disulap menjadi rumah yang lebih luas, nyaman, dan fungsional. Dengan memaksimalkan ruang yang ada, memilih material yang tepat, dan merancang interior dengan efisien, rumah pengembangan type 36 ini bisa menjadi hunian yang ideal untuk keluarga dalam jangka panjang.
Designed with WordPress